TUGAS MAKALAH
TENTANG ORGANISASI SEKOLAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
![]() |
oleh :
Damasistio Pramono 2227111974
Risto Safidi 2227112045
Yayat Hidayat 2227112046
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2012-2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami sebagai penulis atas kehadirat Allah SWT,yang sangat luar biasa
atas berkat dan rahmatnya untuk kita semua,sehingga makalah ini dapat
diselesaikan, dengan segala daya dan upaya yang
tercurah dalam penyusunan makalah ini yang bertujuan untuk bahan pembelajaran
dalam perguruan tinggi, dengan bantuan makalah ini diharapkan
wawasan para mahasiswa terhadap ilmu pendidikan mata kuliah Pengelolaan
Pendidikan,
dapat berkembang luas, bisa memahaminya dan bisa
memapresiasikannya atau mempraktekkannya di dunia kerjanya nanti sebagai seorang pendidik yang mempunyai profesionality
dan wawasan yang luas, dengan tujuan mencetak penerus-penerus
bangsa yang berpendidikan dengan kualitas yang tinggi, dan kami sebagai penulis makalah mohon maaf bila ada kesalahan kata dalam
penyusunan makalah ini.
Dengan kerendahan hati kami segenap
penulis makalah ini mengucapkan terima kasih.
Serang, Februari 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................
DAFTAR
ISI.................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………….
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………….......
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………
BAB II PEMBAHASAN………………………………………….
2.1 Pengertian Organisasi Sekolah………………………
2.2 Bentuk-Bentuk Organisasi Sekolah..…………………
2.3
Stuktur Organisasi Sekolah….………………………
2.4 Wewenang dan Tanggung Jawab Organisasi Sekolah
2.5 Pentingnya Organisasi Sekolah..……………………………………
2.6 Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Menyusun
Organisasi
Sekolah …………………………………………...............................
BAB III PENUTUP………...………………………………………
3.1
Kesimpulan……..……………………………………..
3.2
Saran……………………………………………………
DAFTAR
PUSAKA………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Peranan sekolah
sebagai lembaga pendidikan adalah mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki
anak-anak agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manuasia, baik
secara individual maupun sebagai anggota masyarakat. Kegiatan untuk
mengembangkan potensi itu harus dilakukan secara berencana, terarah dan
sistematik guna mencapai tujuan tertentu.
Pengorganisasian suatu
sekolah tergantung pada beberapa aspek antara lain: jenis, tingkat dan sifat
sekolah yang bersangkutan. Susunan organisasi sekolah tertuang dalam Keputusan
Menteri Pendidikan dan kebudayaan tentang susunan organisasi dan tata kerja
jenis sekolah tersebut (Depdikbud, 1983:2). Dalam struktur organisasi terlihat
hubungan dan mekanisme kerja antara kepala sekolah, guru, murid dan pegawai
tata usaha sekolah serta pihak lain di luar sekolah.
1.2 Rumusan
Masalah
Bagaimana
pengelolaan pengorganisasian sekolah yang pada umumnya sesuai dengan ketentuan
yang ada dan telah ditetapkan sebagaimana semestinya.
1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan. Melalui makalah ini diharapkan para pembaca lebih mengetahui
dan lebih tanggap akan pentingnya organisasi sekolah dalam dunia pendidikan di
indonesia sekarang ini dan agar bisa memimplementasikannya saat terjun didunia
organisasi sekolah nanti.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi Sekolah
Organisasi secara umum
dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan penempatan
orang-orang dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan
antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing.
Dalam suatu susunan atau struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan
fungsi masing-masing kesatuan serta hubungan vertikal horizontal antara
kesatuan-kestuan tersebut.
Dalam penyelenggaraan
pendidikan lembaga pendidikan tidak dapat lepas dari organisasi negara. Untuk
organisasi ini Mulyani A Nurhadi mmbedakan menjadi dua yaitu organisasi makro
dan mikro. Organisasi pendidikan makro adalah organisasi pendidikan dilihat
dari segi organisasi secara luas. Dalam struktur organisasi, organisasi
pendidikan pada tingkat makro dibedakan atas: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan tingkat Pusat, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Kantor Pendidikan Dan Kebudayaan di Kabupaten/Kotamadya dan Kantor Pendidikan
dan Kebudayaan tingkat Kecamatan. Organisasi pendidikan mikro adalah organisasi
pendidikan dilihat dengan titik tolak dengan unit-unit yang ada pada suatu
sekolah atau lembaga pendidikan penyelenggara langsung proses belajar mengajar.
Struktur disetiap sekolah atau lembaga tidak seluruhnya sama. Mungkin disuatu
sekolah terdapat sesuatu unit sekolah yang disekolah lain tidak terdapat karena
disebabkan kekurangan tenaga atau sarana lain.
Organisasi sekolah
adalah sebuah bentuk atau sistem yang terdiri dari sekelompok manusia yang
berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu sekolah dikatakan
sebagai sebuah organisasi karena sekolah didirikan untuk mencapai tujuan
bersama khususnya di bidang pendidikan.
2.2 Bentuk-Bentuk Organisasi Sekolah
Setiap unit kerja
dipimpin oleh seorang pimpinan yang menduduki posisi menurut tingkat unit
kerjanya di dalam keseluruhan organisasi. Posisi, tanggung jawab dan wewenang
di dalam suatu kelompok formal terikat pada struktur dan dibatasi oleh
peraturan-peraturan yang mendasari pembentukan organisasi kerja tersebut. Tipe-tipe organisasi itu antara lain:
1. Organisasi Lini (Line Organization)
Dalam tipe ini semua
hak dan kekuasaan berada pada pimpinan tertinggi. Personal yang lain disebut
bawahan tidak mempunyai hak dan kekuasaan sekecil apa pun karena hanya
berkedudukan sebagai pelaksana tugas dari atasan. Tidak dibenarkan adanya
inisiatif dan kreativitas, semua tugas harus dilaksanakan sebagaimana
diperintahkan. Saluran perintah dan penyampaian tanggung jawab dalam organisasi
tipe ini dilakukan melalui prosedur dari atas ke bawah dan sebaliknya.
2. Organisasi Staf (Staff Organization)
Dalam tipe ini semua
hak, kekuasaan dan tanggung jawab dibagi habis pada unit kerja yang ada secara
bertingkat. Setiap unit memperoleh sebagian hak dalam menentukan kebijakan
sepanjang tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum dari pimpinan tertinggi.
Wewenang dan tanggung jawab dilimpahkan secara luas, sehingga pimpinan
berkedudukan sebagai koordinator.
3. Bentuk Gabungan (Line and Staff
Organization)
Tipe ini sebagai
gabungan dari kedua tipe di atas, menempatkan pimpinan tertinggi sebagai
pemegang hak dan kekuasaan tertinggi dan terakhir. Tidak semua hak, kekuasaan
dan tanggung jawab dibagi habis pada unit kerja yang ada, tugas yang bersifat
prinsipil tetap berada pada atasan/pimpinan tetinggi. Pimpinan unit kerja
sebagai staf memperoleh wewenang dalam bidang kerja masing-masing sepanjang
tidak berhubungan dengan tugas yang menjadi wewenang atau kekuasaan pimpinan
tertinggi.
4. Organisasi Fungsional (Fungsional
Organization)
Dalam tipe ini
pembagian hak dan kekuasaan dilakukan berdasar fungsi yang diemban oleh unit
kerja dan terbatas pada tugas-tugas yang memerlukan keahlian khusus. Sehingga
personal yang diangkat dan menerima wewenang untuk menjalankan kekuasaan
diserahkan pada orang yang mempunyai keahlian dalam bidang kerja masing-masing.
Wewenang yang dilimpahkan dibatasi mengenai bidang teknis yang memerlukan
keahlian tertentu secara khusus.
2.3 Stuktur Organisasi Sekolah
Struktur organisasi sekolah
adalah struktur yang mendasari keputusan para Pembina atau Pendiri sekolah
untuk mengawali suatu proses perencanaan sekolah yang strategis. Organisasi
sekolah juga dapat dikatakan sebagai seperangkat hukum yang mengatur
formasi dan administrasi atau tata laksana organisasi-organisasi sekolah di
Indonesia.
Macam-macam Struktur Organisasi :
Struktur Organisasi
pendidikan yang pokok ada dua macam yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Di
antara kedua struktur tersebut terdapat beberapa struktur campuran yakni yang
lebih cenderung ke arah sentralisasi mutlak dan yang lebih mendekati
disentralisasi tetapi beberapa bagian masih diselenggarakan secara sentral.
Pada umumnya, struktur campuran inilah yang berlaku dikebanyakan negara dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi bangsanya.
2.4
Wewenang dan Tanggung Jawab Organisasi Sekolah
Setelah mengetahui
struktur sekolah seperti apa, maka sebaiknya kita juga harus tahu apa saja
wewenang dan tanggung jawab sekolah. Sebelum itu kita lihat pengertian dari
wewenang dan tanggung jawab itu sendiri.
Wewenang ( Authority ) merupakan syaraf
yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Wewenang yang
bersifat informal, untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan.
Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan,
pengalaman dan kepemimpinan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan
kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi. Wewenang dapat diartikan sebagai
hak untuk memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu
agar tujuan dapat tercapai.
T. Hani Handoko membagi wewenang dalam dua sumber, yaitu teori formal ( pandangan klasik )
dan teori penerimaan. Wewenang formal merupakan wewenang pemberian atau
pelimpahan dari orang lain. Wewenang ini berasal dari tingkat masyarakat yang
sangat tinggi dan secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. Berdasarkan
teori penerimaan
( acceptance theory of authority )
wewenang timbul hanya bila hal diterima oleh kelompok atau individu kepada
siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima (
reciver ).
Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat
kewenangan bila memenuhi :
1. Memahami komunikasi tersebut
2. Tidak menyimpang dari tujuan organisasi
3. Mampu secara mental dan phisik untuk
mengikutinya.
Agar wewenang yang dimiliki oleh
seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adanya:
1. Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan
untuk melakukan hak tersebut, dengan cara mempengaruhi individu, kelompok,
keputusan. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu :
a. Kekuasaan posisi ( position power )
yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada besarnya
pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.
b. Kekuasaan pribadi ( personal power )
berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut
mengagumi, respek dan merasa terikat pada pimpinan.
Tanggung jawab dan
akuntabilitas tanggung jawab (responsibility) yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu
yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akuntability
yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang
dilimpahkan kepadanya. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang
diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan
diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil.
Pengaruh
( influence ) yaitu transaksi dimana
seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan
harapan orang yang mempengaruhi. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan,
kekuasaan dan menghukum, pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran
komunikasi yang lebih baik.
Setelah melihat
pengertian wewenang dan tanggung jawab di atas, dapat disimpulkan bahwa
wewenang dan tanggung jawab sekolah adalah hak dari organisasi sekolah untuk
memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu di sertai pertanggung jawaban
dari organisasi sekolah dalam mengambil keputusan agar tujuan dapat tercapai.
Berikut ini adalah pembagian wewenang
dan tanggung jawab dalam organisasi sekolah:
2.5 Pentingnya Organisasi Sekolah
Organisasi secara umum dapat diartikan
memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan/ penempatan orang-orang
dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak
dan
tanggung jawab masing-masing. Penentuan struktur, hubungan tugas dan
tanggung jawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju
ke arah tercapainya tujuan bersama. Organisasi sekolah yang baik menghendaki agar tugas-tugas dan tanggung
jawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi
secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang telah
ditentukan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sesudah semestinya mempunyai
organisasi yang baik agar tujuan pendidikan formal ini tercapai sepenuhnya.
Kita mengetahui unsur personal di dalam lingkungan sekolah adalah, kepala
sekolah, guru, karyawan, dan murid. Di samping itu sekolah sebagai lembaga
pendidikan formal ada di bawah instansi atasan baik itu kantor dinas atau
kantor wilayah departemen yang bersangkutan. Di negara kita, kepala sekolah
adalah jabatan tertinggi di sekolah itu, sehingga ia berperan sebagai pemimpin
sekolah dan dalam struktur organisasi sekolah ia
didudukkan pada tempat paling atas. Melalui struktur organisasi yang ada
tersebut orang akan mengetahui apa tugas dan wewenang kepala sekolah, apa tugas guru, apa tugas karyawan sekolah (yang
biasa dikenal sebagai pengawai tata usaha).
Demikian juga terlihat apakah di suatu
sekolah dibentuk satuan tugas (unit kerja) tertentu seperti bagian Usaha
Kesehatan Sekolah, bagian perpustakaan, bagian kepramukaan, dan lain-lain
sehingga keadaan ini tentunya akan memperlancar jalannya "roda"
pendidikan disekolah.
Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang
menunjukkan kekuasaan yang berlebihan (otoriter). Suasana kerja dapat lebih
berjiwa demokratis karena timbulnya partisipasi aktif dari semua pihak yang
bertanggung jawab. Partisipasi aktif yang mendidik (pedagogis) dapat digiatkan
melalui kegairahan murid sendiri yang bergerak dengan wadah OSIS (Organisasi
Siswa Intra Sekolah). Oleh karena itu di dalam memikirkan pembentukan
organisasi sekolah, maka fungsi dan peranan OSIS tidak boleh dilupakan.
2.6 Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Menyusun Organisasi Sekolah
a.
Tingkat Sekolah
Berdasarkan tingkatnya
sekolah yang ada di Indonesia dapat dibedakan atas :
-Sekolah Dasar (SD)
-Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
-Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
-Perguruan Tinggi
Keadaan fisik dan
perkembangan jiwa anak jelas berbeda antara anak tingkat yang satu dengan
tingka berikutnya. Contohnya : di sekolah dasar biasanya tidak ada seksi
bimbingan penyuluhan (Guidance and Conseling) sebab masalah ini merupakan tugas
rangkapan dari kepala sekolah, dan hingga saat ini yang memegang adalah
pemerintah dan Departemen P dan K tidak atau belum mengangkat seorang pembimbing
khusus bagi sekolah dasar.
Lain halnya dengan sekolah lanjutan, biasanya tersedia satu orang tenaga konselor atau pembimbing dengan tugas pokoknya sebagai pembimbing. Karena itu biasanya di sekolah lanjutan dalan struktur organisasinya kita dapati seksi GC (Guidance and Conseling/ seksi bimbingan penyuluhan). Masih banyak bidang-bidang lain yang ditangani secara khusus pada sekolah lanjutan tetapi tidak demikian pada sekolah dasar, misalnya masalah Organisasi Intara Sekolah (OSIS), penggarapan majalah dinding, pengelolaan perpustakaan sekolah, dan bagian pengajaran yang menangani kelancaran dan pengembangan kurikulum.
Pada perguruan tinggi yang kita jumpai banyak bidang tugas yang ditangani secara khusus lebih banyak daripada tugas-tugas dari sekolah lanjutan. Ciri khas perguruan tinggi di Indonesia yang mengemban tugas Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memungkinkan perguruan tinggi berkembang secara otonom, sehingga semakin bervariasi susunan organisasinya.
Lain halnya dengan sekolah lanjutan, biasanya tersedia satu orang tenaga konselor atau pembimbing dengan tugas pokoknya sebagai pembimbing. Karena itu biasanya di sekolah lanjutan dalan struktur organisasinya kita dapati seksi GC (Guidance and Conseling/ seksi bimbingan penyuluhan). Masih banyak bidang-bidang lain yang ditangani secara khusus pada sekolah lanjutan tetapi tidak demikian pada sekolah dasar, misalnya masalah Organisasi Intara Sekolah (OSIS), penggarapan majalah dinding, pengelolaan perpustakaan sekolah, dan bagian pengajaran yang menangani kelancaran dan pengembangan kurikulum.
Pada perguruan tinggi yang kita jumpai banyak bidang tugas yang ditangani secara khusus lebih banyak daripada tugas-tugas dari sekolah lanjutan. Ciri khas perguruan tinggi di Indonesia yang mengemban tugas Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memungkinkan perguruan tinggi berkembang secara otonom, sehingga semakin bervariasi susunan organisasinya.
b. Jenis Sekolah
Berdasarkan jenis sekolah, kita
membedakan ada sekolah umum dan sekolah kejuruan. Sekolah umum adalah
sekolah-sekolah yang program pendidikannya bersifat umum dan bertujuan utama untuk melajutkan studi ketingkat yang lebih tinggi lagi. Sedangkan yang
dimaksud sekolah kejuruan adalah sekolah-sekolah yang pendidikannya mengarah
kepada pemberian bekal kecakapan atau keterampilan khusus setelah selesai
studinya, anak didik dapat langsung memasuki dunia kerja dalam masyrakat.
Dengan melihat perbedaan program
pendidikan (kurikulum dan tujuan) yang hendak dicapai maka struktur organisasi
sekolah yang berlainan jenis tersebut pasti berlainan pula. Perbedaan
organisasi ini mungkin dapat digambarkan antara lain sebagai berikut :
Pada sekolah kejuruan terdapat petugas
(koordinator) praktikum, sedangkan pada sekolah umum tidak. Pada sekolah kejuruan terdapat petugas bagian ketenaga kerjaan penempatan
alumni, sedangkan pada sekolah umum tidak.
c. Besar Kecilnya Sekolah
Sekolah yang besar tentulah memiliki
jumlah mirid, jumlah kelas, jumlah tenaga guru, dan karyawan serta fasilitas
yang memadai. Sekolah yang kecil adalah sekolah yang cukup memenuhi syarat
minimal dari ketentuan yang berlaku.
Tipe sekolah secara implisit menunjukkan
besar kecilnya sekolah yang bersangkutan. Dengan begitu akan mempengaruhi
penyusunan struktur organisasi sekolah karena makin besar jumlah murid tentu
saja semakin beraneka ragam kegiatan yang dapat dilakukan baik yang bersifat
kurikuler maupun kegiatan-kegiatan penunjang pendidikan.
d. Letak dan Lingkungan Sekolah
Letak sebuah sekolah dasar yang ada di
daerah pedesaan aan mempengaruhi kegiatan sekolah tersebut, berbeda dengan
sekolah dasar yang ada di kota, demikian pula sekolah lanjutan pertama yang
kini mulai didirikan hampir di setiap daerah kecamatan, kegiatan dan programnya
tentulah berbeda dengan sekolah-sekolah lanjutan di kota apalagi di kota besar.
Ada kecenderungan yang nyata, bahwa sekolah-sekolah di pedesaan lebih
berintegrasi dengan masyarakat sekitarnya. Hal ini berakibat pula ada hubungan
yang lebih akrab diantara orang tua murid dengan sekolah.
Dari segi keadaan lingkungan atau
masyarakat sekitar sekolah mungkin ada dalam lingkungan masyarakat petani,
masyrakat nelayan, masyarakat buruh, masyarakat pegawai negeri, dan lain-lain.
Perhatikan kelompok masyarakat yang berbeda ini terhadap dunia pendidikan bagi
anak-anak mereka di sekolah pasti menunjukkan berbagai variasi perbedaan. Oleh
karenanya dalam penyusunan struktur organisasi sekolah, hal-hal tersebut perlu
diperhatikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Organisasi sekolah
adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan
manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan
begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika
berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan
pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga
mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan. Begitu
pula dengan struktur organisasi sekolah. Struktur organisasi sekolah adalah
struktur yang mendasari keputusan para Pembina atau Pendiri sekolah untuk
mengawali suatu proses perencanaan sekolah yang strategis. Struktur oganisasi
juga tidak lepas dengan wewenang dan tanggung jawab. Wewenang yaitu hak
untuk memerintah orang lain untuk melalukan atau tidak melakukan sesuatu agar
tujuan dapat tercapai. Sedangkan tanggung jawab yaitu permintaan pertanggung
jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya.
Pertanggung jawaban sendiri memiliki arti sebagai penjumlahan kegiatan yang
telah dilakukan karena pendiskripsian wewenang. Selain itu ada juda
pendekatan-pendekatannya. Yaitu, Peningkatan Mutu Pendidikan dan
perencanaan pembangunan. Dengan demikian organisasi sekolah dapat tercapai.
Usaha pengorganisasian sekolah adalah
sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja bermuara pada
produktivitas kerja yang terarah pada tujuan institusional masing-masing
3.2 Saran
Dengan organisasi
sekolah ini diharapkan terjadi pembidangan dan pembagian kerja sebagai kegiatan
pengendalian sehingga memungkinkan terjalinnya kerjasama antara kepala sekolah
dengan wakil kepala sekolah dan semua wali kelas bahkan dengan guru dan murid,
antar wali kelas, antar guru dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. SMU Negeri 14 Jakarta. [online] tersedia.
http://smanegeri14jakarta.tripod.com/str_org.html
Aditya Media.Nawawi, Hadari. 1989. Organisasi Kelas sebagai Lembaga
Pendidikan. Jakarta: Haji Masagung. [online] tersedia. 25 April 2011. http://ermapoenya.blogspot.com/2010/07/manajemen-lembaga-dan-organisasi.html
Marlina. 2010. Struktur Organisasi. [online] tersedia. 25 April
2011.
http://marlinafis.blogspot.com/2010/04/sistem-dan-struktur-organisasi-sekolah.html
Pmancoffeemix. 2010. Kurikulum Organisasi Sekolah. [online] tersedia. 25 April
2011. http://pmancoffeemix.wordpress.com/2010/12/18/kurikulum-tentang-organisasi-sekolah/
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Pendidikan dan Pelatihan
Pengorganisasian Sekolah. [online] tersedia. 25 April 2011.
www.google.com/pengorganisasian sekolah 1

Look at the way my friend Wesley Virgin's report launches with this shocking and controversial VIDEO.
BalasHapusYou see, Wesley was in the army-and shortly after leaving-he found hidden, "MIND CONTROL" secrets that the government and others used to get anything they want.
These are the EXACT same tactics lots of celebrities (especially those who "come out of nowhere") and top business people used to become wealthy and successful.
You've heard that you only use 10% of your brain.
Really, that's because the majority of your brainpower is UNCONSCIOUS.
Perhaps this thought has even occurred IN YOUR own brain... as it did in my good friend Wesley Virgin's brain about seven years ago, while riding an unlicensed, beat-up bucket of a car with a suspended license and $3.20 on his banking card.
"I'm absolutely fed up with living check to check! When will I finally succeed?"
You've been a part of those those thoughts, ain't it so?
Your own success story is going to start. You just need to take a leap of faith in YOURSELF.
Take Action Now!